top of page
Recent Posts
Archive
Search By Tags

Working Holiday Visa - Syarat & prosesnya

  • May 13, 2017
  • 9 min read

Hi there! Unexpectedly, banyak banget yang tanya soal visa ini dan prosesnya, dan karena aku cukup lelah menjelaskan panjang lebar dari awal lagi berkali-kali, jadi postingan pertama harus rilis lebih cepat dari yang direncanakan. Selamat membaca!

FYI : Aku sekarang (April 2017) belum berangkat ke Australia, tapi visa sudah granted. Proses buat visa sendiri memang rumit, tapi setelah dijalani, ternyata ga sesulit kelihatannya. Update Juni 2017 : Uda berangkat, posisi di Darwin, NT

Here, I would to share with you the practical things that you should prepare from NOW. ;)

What is WHV?

Working Holiday visa itu menurut aku visa yang paling menguntungkan buat anak muda, karena memang ditujukan untuk working and traveling – all in one visa. Banyak WHV lain selain Australia, tapi belum dibuka untuk warga negara Indonesia. Bisa dicek disini.

Untuk Working Holiday Visa Australia sendiri, ada 2 subclass yang dikategorikan berdasarkan negara – Subclass 417 dan Subclass 462. Untuk Indonesia sendiri termasuk di SUBCLASS 462. Jangan salah yaaa..

dan untuk keterangan lebih lanjut bisa cek web Australian Immigration disini .

Bagi yang malas membaca, silahkan scroll kebawah.

So, basically, this visa allows you to: stay in Australia for up to 12 months work in Australia, generally for up to six months with each employer (harus pindah tempat setelah 6 bulan) study for up to four months (yes, banyak banget yang sudah di Australia dan mereka juga ikut short courses di UNSW and other universities. So exiciting!)

You are allowed to leave and re-enter Australia any number of times while the visa is valid (multiple entry). Apply for a second Work and Holiday visa if you have worked for three months in northern Australia in tourism and hospitality or agriculture, forestry and fishing.

Poin terakhir penting banget! Karena info ini baru aja diupdate ga sampe setahun yang lalu, kalau pemegang visa 462 boleh apply for second Work and Holiday Visa tapi harus kerja di Northern Australia (Queensland and Northern Territory – Darwin (the capital city of NT), Katherine, Tennant Creek, Nhulunbuy, Alice Springs, etc.) selama 88 hari, ada hitungan dan ketentuan jam-nya, jadi harus dicek lebih lanjut soal ini bagi yang berminat langsung ke NT untuk second Work and Holiday Visa.

And how about the REQUIREMENTS?

It’s pretty easy,

1. Berumur at least 18 dan belum berumur 31 hingga kalian apply visa.

2. Don't have a dependent child with you at any time during your stay in Australia.

have a valid Indonesian passport – dan lebih aman passportnya valid until 1-2 years dari saat kamu apply visa (applied for other countries as well, you could check it here for further informations).

Apakah WHV ada LIMIT/KUOTA?

Yes, there is an annual limit on the number of first Work and Holiday visas granted to each country. Untuk Indonesia, LIMITNYA 1000 ORANG PER TAHUN. No applications will be approved once this limit is reached and you should wait until the following year to lodge an application. The visa programme year starts on 1 July each year.

PROSESNYA GIMANA?

I’ll explain mine :

- IELTS (tahun lalu)

- 01st DEC 2016 Applied Letter of Government Support

- 15th MAR 2017 SRPI Interview

- 17th MAR 2017 Government Support Letter issued

- 20th MAR 2017 LODGED VISA at AVAC Kuningan City

- 22nd MAR 2017 Got HAP ID for Medical Check Up

- 27th MAR 2017 Medical Check Up at RS Premier Bintaro

- 28th MAR 2017 Work and Holiday Visa Subclass 462 GRANTED!

1. IELTS.

Post selanjutnya bakal membahas soal IELTS karena cukup panjang dan membingungkan untuk dijelaskan disini.

Bagi yang sudah pernah dengar soal IELTS, untuk WHV, ga perlu Academic, General Training aja cukup, score minimal 4.5. IELTS dulu aja deh yang kalian pikirin, karena IELTS berlaku 2 tahun.

Dari tanggal test, resultsnya keluar 2 minggu, via website dan bisa ambil (bentuknya hard copy) di tempat kalian test. Bagi pejuang WHV yang baru mau mulai, ambillah IELTS dulu sebelum Juli 2017.

2. Apply Surat Rekomendasi (Letter of Government Support)

sekarang webnya ga bisa untuk daftar, karena kuota tahun ini sudah sampai 1000

(FYI, ada yang wawancara satu batch sama aku yang harus nunggu sampe Juli karena kuotanya penuh. Siapa cepat, dia dapat).

Disini, nanti diminta untuk input IELTS score dan tanggal kalian tes IELTS. Karena itulah aku saranin tes dulu sebelum lanjut ke tahap selanjutnya.

Kalian juga harus siapin uang di rekening at least AUD 5000 or Rp 50.000.000,- tergantung kurs mungkin ya biar aman lebihin sekitar 2-3 juta, kalau modalnya lebih ya silahkan ratusan juta juga boleh, sesuai budget. Tapi aku pribadi sih cantumkan mepet dan tetap diterima.

3. Tunggu jadwal wawancara.

For me, it took around 3 months. Biasanya diumumkan Rabu atau Kamis, untuk wawancara hari Senin (tapi ga tentu juga, terakhir 29 Maret wawancaranya hari Rabu, so.. stand by aja ya). Karena sekarang sudah tutup, ada baiknya kalian submit cepetan ke link imigrasi (scroll keatas) tanggal 1 Juli 2017. Saingan kalian ratusan orang, once again, process it as fast as you can (tergantung orang, kalian urgent ga buat cepetan pergi ke Australia? Kalo engga sih ya santai aja, apalagi yang tinggal di Jakarta, gausa bolak-balik untuk lodge visa sama Medical Check Up).

4. Surat Keterangan Bank

Ini penting banget, gampang tapi tricky, karena surat keterangan Bank cuma berlaku 1 (satu) bulan, tergantung Bank.

Yang aku tahu, BNI kena charge Rp 150.000,- dan BCA kena Rp 50.000,- untuk pembuatan surat keterangan Bank.

Jangan terburu-buru buat, tapi harus waspada juga dan sering nanya untuk prosesnya ke masing-masing Bank – butuh berapa hari kerja, dan expiry date surat keterangan Bank-nya. Kemarin aku buat Surat Keterangan Bank H+1 setelah dapat email wawancara SRPI, karena awalnya terlalu excited buat, dan hangus sia-sia. Tapi aku berani buat hari Jumat, karena tahu Bank cabang tersebut pembuatannya bisa jadi hari itu juga, dan prosesnya super gampang.

5. Wawancara di DITJEN IMIGRASI!

Kalian bakal diemail untuk jadwalnya, and it felt so good because it was long awaited (3 months, tapi ada juga yang lebih cepat dan lebih lama). Mulai wawancara jam 09.00 AM dan alamatnya di Jl. H. R. Rasuna Said Kav.X-6 Nomor 8, Kuningan-Jakarta Selatan.

List berkas yang harus dibawa pas wawancara SRPI :

· Form Identitas (download di sini – webnya belum buka, tunggu 1 Juli) tapi bentuknya begini :

· Kartu Tanda Penduduk (KTP)

· Akte Kelahiran

· Paspor dengan masa berlaku minimal 12 (dua belas) bulan

· Pendidikan minimal Diploma III (tiga) atau Mahasiswa Strata 1 (satu) aktif minimal

semester 5 (lima) dibuktikan dengan surat keterangan dari kampus, Kartu Tanda Mahasiwa

(KTM) dan Transkrip nilai dari semester 1 (satu) s/d 4 (empat)

· Memiliki sertifikat kemampuan berbahasa Inggris IELTS dengan minimal score 4.5 atau

sertifikat TOEFL IBT dengan minimal score 12 dan dikecualikan kepada mahasiswa atau

yang telah lulus kuliah pada universitas yang menggunakan pengantar bahasa inggris tidak

wajib melampirkan sertifikat IELTS/TOEFL, dibuktikan dengan melampirkan surat

keterangan dari kampus

· Surat keterangan / Jaminan Bank kepemilikan dana atas nama pribadi pemohon dengan

jumlah minimal AUD $ 5000 (lima ribu Dollar Australia) dan jika rekening tabungan

tersebut bukan atas nama pribadi pemohon wajib melampirkan surat sponsor/jaminan

dari pemilik rekening dibuktikan dengan foto copy KTP dan Kartu Keluarga

· Last but not least, pas foto terakhir berwarna ukuran 4 x 6 sebanyak 1 lembar latar

belakang putih.

· CATATAN:

Pada saat wawancara untuk membawa seluruh persyaratan asli dan fotokopi ;

Berkas fotokopi dimasukkan dalam map warna biru dengan urutan seperti di atas;

Tidak dipungut biaya selama proses pengeluaran surat rekomendasi; Sertifikat bahasa Inggris dalam bentuk prediction TIDAK DITERIMA.

- sharing corner -

Pengalaman pribadi aku sih, pas wawancara SRPI harus datang super pagi!

Terutama yang masih kerja setelah interview. Aku datang jam 07.50 AM dan dapat urutan ke 20, sedangkan Interview baru mulai pukul 09.00 AM tepat. Giliran berdasarkan kedatangan, bukan tabel yang di-email/web Imigrasi. Jangan sampai dokumen kalian ga lengkap karena kalian harus nunggu nama kalian dipanggil (lagi) setelah submit di web imigrasi lagi.

Aku diinterview sama Pak Henry. He is so nice and my letter was issued with the speed of turbo! Cuma butuh waktu 2 hari sampai SRPI-ku issued (via email). Banyak yang bilang Pak Henry paling cepat dan udah pasti aman, sure I believe it, so Thank God for Your Blessings! Interviewnya tergantung interviewer santai atau engga, but in my opinion, kalau semua syarat lengkap, jujur tanpa ada pemalsuan atau kesalahan penulisan nama di KTP/Paspor, etc, dan kalian memang capable of speaking in English, pasti lancar.

Ada beberapa interviewer yang start to converse with you in English from the beginning until he/she finished. Pak Henry sendiri minta aku untuk speaking in English after he finished checking my documents. Interviewnya paling lama mungkin 10 menit, nunggunya tergantung dapet giliran keberapa. Lebih cepat datang lebih baik (in my humble opinion).

6. Lodge visa!

Setelah keluar SRPI-nya via email, aku ga menunda dan langsung print dan siapin dokumen untuk Lodge Visa di AVAC Kuningan City. Pengajuan visa ini bukan di Kedutaan Australia langsung. tapi di AVAC (Australia Visa Application Centre). Ada 2 kantor AVAC di Indonesia, yaitu di Jakarta dan di Bali.

Untuk yang di Jakarta, alamat AVAC : Kuningan City Lt. 2 No. L2-19 Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 18, buka Senin-Jumat 08:30-16:00.

Untuk yang di Bali, alamat AVAC : Benoa Square Lantai. 3 No. 7-9.3/AJalan Bypass I Gusti Ngurah Rai No. 21AKedonganan, Kuta, Bali.

Sebenarnya ada dua cara untuk lodge visa, kalian bisa pilih mau pakai jasa kurir, atau mau datang langsung ke AVAC.

Dokumennya sama seperti waktu apply SRPI, tambahannya adalah :

· Surat Rekomendasi Pemerintah Indonesia (SRPI) / Letter of Government Support (diprint)

· Form 1208 (download disini)

· Semua dokumen yang kalian bawa waktu wawancara di Ditjen Imigrasi : Akte Lahir, Ijazah, Transkrip, Paspor, IELTS, KTP, KK, Surat Keterangan Bank, Bukti Rekening Koran dua-duanya harus yang asli.

· Fotonya beda ukuran – 3.5 cm x 4.5 cm (background putih)

· SEMUA HALAMAN PASPOR YANG ADA ISINYA DICOPY! Halaman depan, belakang dan tengah kalau kalian pernah ke luar negeri atau dapat visa lain.

· Tambahan : bawa Curriculum Vitae / CV juga!

INFO :

Ga perlu bawa yang asli untuk lodge visa, kecuali REKENING KORAN sama SURAT REFERENSI BANK, keduanya harus asli. Tapi untuk preventions, bawa aja semua (aku sih orangnya clumsy dan parnoan). Di AVAC ada photo booth dan copy corner in case kekurangan atau kelupaan bawa (1 lembar Rp 500,- kemarin aku kelupaan copy passport bagian dalam). Karena hal ini aku lebih merasa aman kalau lodge visa sendiri, to be honest.Ini website dari AVAC Jakarta: www.vfsglobal.com/Australia/Indonesia.

Meskipun hanya Agency, tapi AVAC memiliki keamanan yang berlapis, konon katanya masuk kesana HP harus dimatikan, aku cuma pasang airplane mode aja, dan ga apa kok main HP didalam, asal jgn foto-foto aja, untuk alasan keamanan. Sebelum gerbang terakhir, ada dua satpam jaga yang tanya soal kebutuhan kita, mau apa, visa apa, dan lodge untuk berapa orang. Dari situ kita dapat nomor antrian (biasanya AUVxx) dan jangan sampai hilang ya nomor antriannya.

Waktu aku datang sih antrian ga gitu banyak, tapi kebetulan banyak travel agent juga. It took around 90 minutes dari aku datang, pemeriksaan, antrian, penyerahan dokumen ke Customer Service AVAC, mereka periksa dokumen, trus diminta tunggu untuk pembayaran (sambil nunggu aku copy halaman paspor yang lupa copy) sampai selesai pembayaran.

Aku datang jam 8:30 AM ke Kuningan dan kondisi AVAC sudah ramai antrian. Kemarin pas aku apply, biaya untuk visa WHV 4.580.000 (bias tergantung kurs dan peraturan, mungkin aja ada yang terbaru, harus rajin cek disini Proses pengajuan visa untuk WHV maksimal 90 hari kerja, jadi yang sabar yaa..

7. Medical Check-up

Setelah lodging visa, aku dapat email dari Jakarta Students (I don't know why namanya itu ya) tapi itu email dari Kedutaan, isinya HAP ID yang menjadi main requirement untuk Medical Check-Up.

Di Jakarta sendiri, ada dua rumah sakit untuk Medical Check-Up (MCU), yakni RS Premier Jatinegara dan RS Premier Bintaro. Kemarin aku ke RS Premier Bintaro karena kabarnya, disana lebih sepi dan nyaman. Bener banget, RS Premier Bintaro itu jauhh tapi worth-it untuk pelayanannya.

Kalian harus telepon ke RS Premier yang dituju H-1 Medical Check-up. Pas nelpon, bakal ditanya HAP-ID, Passport Number dan dikasitau untuk datang jam berapa. Aku diminta jam 09:00 AM sudah sampe di Bintaro.

Sampe hari-H, aku sampe disana jam 08:30 AM dan bagian MCU udah buka dan sudah ada beberapa antrian (FYI, bukanya jam 08:00 AM ternyata). Di ruangan kecil yang nyaman itu, kalian kasih HAP ID ke Receptionist, dan nantinya dikasih locker, dan baju ganti.

Proses MCU awalnya dari test urine (WAJIB BANYAK MINUM SEBELUM KE RS) karena kalau ga pengen pipis atau pipisnya kurang akan memperlambat proses MCU kalian. Setelah urine, nunggu lagi untuk dipanggil ke ruang radiologi. Disana kalian bakal chest X-Ray, terus nunggu lagi untuk eye test. Untuk yang pake kacamata, dibawa kacamatanya. Test matanya simple, cuma test miopi aja pake papan alfabet.

Setelah itu, berat badan, tinggi badan, temperatur badan diukur. Dan difoto untuk dokumen RS ke kedutaan. Nunggu lagi, untuk Konsultasi ke dokter. Seluruh proses rangkaian bisa sekitar 2 jam, siapkan waktu ya..

Untuk yang dari luar kota, ada cara untuk dapet HAP-ID sebelum direquest Kedutaan. Caranya, buat account di Australian Immigration dan langsung ke bagian Health. Nanti bisa langsung dapet HAP- ID. Ada satu teman saya yang pake cara ini. Nanti saya tanyakan lebih lanjut jika ada yang berminat. Tapi cara ini tidak menjamin kalian lebih cepat ke-granted visanya.

8. VISA GRANTED!

Proses visa bisa cepat, bisa lama, bisa di-postpone tergantung hasil MCU. Banyak juga temen yang 'nyangkut' karena Chest X-Raynya, jadi harus cek sputum tambahan.

Overall, katanya sih butuh 1 day to 90 days buat diproses di Kedutaan. Intinya, banyak doa. :'D

Okay ini untuk proses visa WHV ya, see you on my next post, bon voyage!

Kalau ada pertanyaan just comment below, or just drop your email and I'll reach you.

 
 
 

Comments


© 2017 by C L A R'S  T R A V E L O G U E

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Pinterest Icon
  • Grey YouTube Icon
  • Grey Instagram Icon
bottom of page